Khazanah pembuka cakrawala Ahlusunnah wal jama’ah, Kitab aqidatul awam

Oleh: Master Admin | 08 May 2026
Khazanah pembuka cakrawala Ahlusunnah wal jama’ah, Kitab aqidatul awam
???? ??? ???? ? ?????? # ? ??????? ???? ????? ?????? ??? ???? ????# ?????? ???? ??? ???? Lirik bait diatas merupakan penggalan nadzham yang telah menghiasi memori sebagian besar dari kita ketika masih duduk dibangku ibtidai’iyah dulu, adapun bait yang dimaksud berasal dari kitab nadzham yang masyhur yang kondang digunakan sebagai pengantar ilmu aqidah yakni kitab aqidatul ‘awam karya Syekh al-‘alim al-‘alamah Ahmad al-marzuqi al maliki al-makki, beliau dilahirkan di mesir kemudian pindah ke kota Makkah dan mengajar disana hingga diangkat menjadi mufti mazhab Maliki. Nadzham ini menjadi pegangan wajib bagi para santri pemula yang baru dikenalkan pada ilmu aqidah, gaya nazhamnya yang simpel terlebih diiringi alunan nada dalam pelantunanya membuat kitab ini menjadi primadona di kalangan pondok pesantren.Adapun sistematika penulisan kitab ini memuat penjelasan dasar dari akidah yang wajib diimani oleh umat muslim, seperti sifat wajib allah, nama- nama nabi, serta biografi nabi Muhammad SAW yang bertujuan agar memberikan pemahaman sirah nabawiyah serta menumbuhkan rasa cinta kepada nabi muhammad SAW. Meskipun Kitab ini ringkas, terdiri hanya 57 bait, namun banyak ulama telah mensyarahi kitab ini, sebut saja Kitab Tahsil nail al-maram libayani mandzhumah aqidah al-awam yang dikarang oleh syekh Ahmad Marzuqi sendiri, kemudian kitab Nurudh dhalam ‘ala mandzhumah aqidah al-‘awam karya syekh Nawawi al-Bantani, dan Tashil al-maram li darisil ‘aqidatil ‘awam karya Syekh Ahmad al-Qahtalaniy al-‘aysawiy. Lalu apa cerita dibalik penulisan kitab Aqidatul ‘Awam ini?, dikutip dari kitab Nurudh dhalam ‘ala mandzhumah aqidah al-‘awam ceritanya bermula dikarenakan sang penulis bermimpi bertemu dengan nabi Muhammad SAW serta para sahabatnya, dalam pertemuan itu Nabi Muhammad meminta sang penulis untuk membaca nadham tentang tauhid dan menghafalnya, kemudian Nabi muhammad membacakan bait yang termaktub dalam kitab aqidatul ‘awam untuk kemudian ditirukan oleh penulis hingga akhir bait, setelah terbangun dari mimpinya kemudian sang penulis membaca dan menghafalkan kembali apa yang telah dibacakan oleh nabi muhammad dan ternyata paginya beliau sudah hafal. demikian cerita dibalik penulisan kitab ‘aqidatul awam dan biografi singkat penulisnya tidak bisa dipungkiri dibalik nadhaman yang dibaca santri di pelosok tanah air tersimpan sebuah cerita tentang karamah, serta keinginan mulia untuk mencerdaskan umat.